Rumah Termahal Sejagad Seharga 19 TRILYUN

MUKESH Ambani, orang nomor lima terkaya di dunia, tengah membangun rumah supermahal di dunia. Terdiri atas 27 lantai dan berdiri di atas tanah seluas 400.000 meter persegi.
Ketika berkunjung ke New York pada tahun 2005, Nita Ambani, langsung terkesima melihat interior ruangan spa yang ada di Mandarin Oriental New York. Dia terheran-heran dengan interior kontemporer Asia yang belum pernah dilihatnya. Saking herannya, dia langsung mencari tahu siapa yang mendesain ruangan tersebut.
Nita Ambani memang bukan turis biasa. Dia adalah istri Mukesh Ambani, pemimpin perusahaan Reliance Industries di Mumbai, India, dan juga orang terkaya nomor lima di dunia. Total, menurut majalah Forbes bulan Maret lalu, Mukesh Ambani memiliki kekayaan mencapai USD43 miliar.
Pasangan Mukesh dan Nita sendiri sudah memiliki tiga anak. Saat ini mereka tinggal di apartemen 22 lantai di kawasan Mumbai. Sejak ada di sana, mereka kerap gonta-ganti bentuk dan tema apartemen yang mereka tinggali.
Seperti keluarga lainnya, keluarga Mukesh bercita-cita mempunyai rumah tinggal tetap. Untuk mewujudkan angan-angan tersebut, mereka sudah berkonsultasi dengan firma arsitektur Perkins+Will dan Hirsch Bedner Associates.
Nama firma ini didapat setelah dia bertanya pada Mandarin Oriental di New York pada tahun 2005. Setelah lama berkonsultasi, akhirnya tercapai keputusan, keluarga Ambani bertekad mendirikan rumah dengan biaya teristimewa dan termahal di dunia.
"Mereka tidak keberatan dengan biaya yang mencapai USD2 miliar. Sejak empat tahun lalu, arsitek dan desainer sudah lama merencanakan bentuk bangunan, mendesain konsep, dan elemen bangunan tersebut," kata Thomas Johnson, Director of Marketing Hirsch Bedner Associates.
Jika sudah dibangun, rumah ini berhasil mematahkan rekor properti termahal yang sebelumnya dipegang Pierre Hotel, New York. Seperti diketahui, hotel senilai USD70 juta ini memiliki ruangan penthouse dengan tinggi 525 kaki.
Adapun untuk rumah pribadi, harga rumah ini akan mengalahkan rumah milik Pangeran Saudi, Bandar bin Sultan, di kawasan Aspen dengan harga USD135 juta.
Rumah milik keluarga Ambani memang istimewa. Bayangkan saja, rumah ini akan terdiri atas 27 lantai atau setinggi 550 kaki, berdiri di atas tanah seluas 400.000 meter persegi.
Tidak hanya itu, harga rumah ini akan mengalahkan harga hotel yang mempunyai ukuran yang sama. Sebab, berbeda dengan hotel yang selalu mempunyai tata letak dan interior yang sama di setiap lantai, rumah ini justru setiap lantainya mempunyai tema yang berbeda.
Nita memang tidak menghendaki rumah yang dia sebut Antilla ini mirip dengan hotel. Makanya, dia meminta kepada desainer rumah ini agar tidak membangun lantai yang sama persis dengan lantai lainnya.
Bukan hanya desain, dia juga meminta berbagai bahan yang digunakan tidak boleh sama. Harapannya, perbedaan gaya tersebut bisa memunculkan aura konsistensi tanpa repetisi.
Selain itu, Nita juga mengadopsi vaastu, semacam fengsui, sebelum membangun Antilla. Dari situ, dia mengetahui bahwa untuk mengalirkan energi yang ada di dalam, harus menempatkan materi dan objek yang berbeda di tiap lantai. Dibanding rumah-rumah mahal lainnya di dunia, Antilla mempunyai banyak hal yang membuatnya berbeda. Untuk membangun rumah ini, keluarga Ambani melakukan klasifikasi.
Untuk garasi, Mukesh menyediakan enam lantai khusus di lantai dasar Antilla. Setelah garasi, Mukesh membangun ruangan lobi yang tidak kalah berkelas dengan hotel berbintang lima di dunia. Bayangkan saja, di ruangan ini ada sembilan lift, ruangan penyimpanan, dan puluhan lounge.
Di ruangan ini juga tersedia eskalator guna menghubungkan dengan ballroom di lantai dua. Ballroom ini sangat istimewa karena langit-langitnya 80 persen dihiasi kristal.
Selain punya klasifikasi khusus, keluarga Ambani juga berusaha menjadikan rumah mereka sebagai tempat hiburan bagi teman-teman sejawat. Makanya, mereka meminta agar interior yang digunakan tetap kental dengan kekhasan India.
Rumah ini masih dalam tahp pengerjaan dan diperkirakan selesai tahun depan....
Lobby

Ballroom

Bathroom

Traditional Lounge

Modern Lounge
__________________

MUKESH Ambani, orang nomor lima terkaya di dunia, tengah membangun rumah supermahal di dunia. Terdiri atas 27 lantai dan berdiri di atas tanah seluas 400.000 meter persegi.
Ketika berkunjung ke New York pada tahun 2005, Nita Ambani, langsung terkesima melihat interior ruangan spa yang ada di Mandarin Oriental New York. Dia terheran-heran dengan interior kontemporer Asia yang belum pernah dilihatnya. Saking herannya, dia langsung mencari tahu siapa yang mendesain ruangan tersebut.
Nita Ambani memang bukan turis biasa. Dia adalah istri Mukesh Ambani, pemimpin perusahaan Reliance Industries di Mumbai, India, dan juga orang terkaya nomor lima di dunia. Total, menurut majalah Forbes bulan Maret lalu, Mukesh Ambani memiliki kekayaan mencapai USD43 miliar.
Pasangan Mukesh dan Nita sendiri sudah memiliki tiga anak. Saat ini mereka tinggal di apartemen 22 lantai di kawasan Mumbai. Sejak ada di sana, mereka kerap gonta-ganti bentuk dan tema apartemen yang mereka tinggali.
Seperti keluarga lainnya, keluarga Mukesh bercita-cita mempunyai rumah tinggal tetap. Untuk mewujudkan angan-angan tersebut, mereka sudah berkonsultasi dengan firma arsitektur Perkins+Will dan Hirsch Bedner Associates.
Nama firma ini didapat setelah dia bertanya pada Mandarin Oriental di New York pada tahun 2005. Setelah lama berkonsultasi, akhirnya tercapai keputusan, keluarga Ambani bertekad mendirikan rumah dengan biaya teristimewa dan termahal di dunia.
"Mereka tidak keberatan dengan biaya yang mencapai USD2 miliar. Sejak empat tahun lalu, arsitek dan desainer sudah lama merencanakan bentuk bangunan, mendesain konsep, dan elemen bangunan tersebut," kata Thomas Johnson, Director of Marketing Hirsch Bedner Associates.
Jika sudah dibangun, rumah ini berhasil mematahkan rekor properti termahal yang sebelumnya dipegang Pierre Hotel, New York. Seperti diketahui, hotel senilai USD70 juta ini memiliki ruangan penthouse dengan tinggi 525 kaki.
Adapun untuk rumah pribadi, harga rumah ini akan mengalahkan rumah milik Pangeran Saudi, Bandar bin Sultan, di kawasan Aspen dengan harga USD135 juta.
Rumah milik keluarga Ambani memang istimewa. Bayangkan saja, rumah ini akan terdiri atas 27 lantai atau setinggi 550 kaki, berdiri di atas tanah seluas 400.000 meter persegi.
Tidak hanya itu, harga rumah ini akan mengalahkan harga hotel yang mempunyai ukuran yang sama. Sebab, berbeda dengan hotel yang selalu mempunyai tata letak dan interior yang sama di setiap lantai, rumah ini justru setiap lantainya mempunyai tema yang berbeda.
Nita memang tidak menghendaki rumah yang dia sebut Antilla ini mirip dengan hotel. Makanya, dia meminta kepada desainer rumah ini agar tidak membangun lantai yang sama persis dengan lantai lainnya.
Bukan hanya desain, dia juga meminta berbagai bahan yang digunakan tidak boleh sama. Harapannya, perbedaan gaya tersebut bisa memunculkan aura konsistensi tanpa repetisi.
Selain itu, Nita juga mengadopsi vaastu, semacam fengsui, sebelum membangun Antilla. Dari situ, dia mengetahui bahwa untuk mengalirkan energi yang ada di dalam, harus menempatkan materi dan objek yang berbeda di tiap lantai. Dibanding rumah-rumah mahal lainnya di dunia, Antilla mempunyai banyak hal yang membuatnya berbeda. Untuk membangun rumah ini, keluarga Ambani melakukan klasifikasi.
Untuk garasi, Mukesh menyediakan enam lantai khusus di lantai dasar Antilla. Setelah garasi, Mukesh membangun ruangan lobi yang tidak kalah berkelas dengan hotel berbintang lima di dunia. Bayangkan saja, di ruangan ini ada sembilan lift, ruangan penyimpanan, dan puluhan lounge.
Di ruangan ini juga tersedia eskalator guna menghubungkan dengan ballroom di lantai dua. Ballroom ini sangat istimewa karena langit-langitnya 80 persen dihiasi kristal.
Selain punya klasifikasi khusus, keluarga Ambani juga berusaha menjadikan rumah mereka sebagai tempat hiburan bagi teman-teman sejawat. Makanya, mereka meminta agar interior yang digunakan tetap kental dengan kekhasan India.
Rumah ini masih dalam tahp pengerjaan dan diperkirakan selesai tahun depan....
Lobby

Ballroom

Bathroom

Traditional Lounge

Modern Lounge


Tidak ada komentar:
Posting Komentar